Senin, 09 Mei 2011

KLASIFIKASI IKLIM SCHMIDT-FERGUSON

Sistem klasifikasi iklim ini banyak digunakan dalam bidang kehutanan dan perkebunan serta sudah sangat dikenal di Indonesia.
Kriteria yang digunakan adalah dengan penentuan nilai Q, yaitu perbandingan antara bulan kering (BK) dan bulan basah (BB) dikalikan 100% (Q = BK / BB x 100%).
Klasifikasi ini merupakan modifikasi atau perbaikan dari sistem klasifikasi Mohr (Mohr menentukan berdasarkan nilai rata-rata curah hujan bulanan selama periode pengamatan). BB dan BK pada klasifikasi Schmidt-Ferguson ditentukan tahun demi tahun selama periode pengamatan yang kemudian dijumlahkan dan dihitung rata-ratanya.
Kriteria bulan basah dan bulan kering (sesuai dengan kriteria Mohr) adalah :
1.   Bulan Basah (BB)
      Bulan dengan curah hujan > 100 mm
2.   Bulan Lembab (BL)
      Bulan dengan curah hujan antara 60 – 100 mm
3.   Bulan Kering (BK)
      Bulan dengan curah hujan < 60 mm
Klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson ditentukan dari nilai Q yang dikelompokkan menjadi 8 tipe iklim, yaitu :
Tabel 3. Klasifikasi Schmidt-Ferguson
Tipe Iklim
Nilai Q (%)
Keadaan Iklim dan Vegetasi
A
< 14,3
Daerah sangat basah, hutan hujan tropika
B
14,3 – 33,3
Daerah basah, hutan hujan tropika
C
33,3 – 60,0
Daerah agak basah, hutan rimba, daun gugur pada musim kemarau
D
60,0 – 100,0
Daerah sedang, hutan musim
E
100,0 – 167,0
Daerah agak kering, hutan sabana
F
167,0 – 300,0
Daerah kering, hutan sabana
G
300,0 – 700,0
Daerah sangat kering, padang ilalang
H
> 700,0
Daerah ekstrim kering, padang ilalang

10 komentar:

  1. berarti indonesia termasuk klasifikasi yang mana?

    BalasHapus
  2. cara nyari bulan gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lihat nilai Q (%)nya.
      Jika Q (%) > 100 termasuk ke dalam bulan Basah, Jika 60 - 100 termasuk ke dalam bulan Lembab, dan Jika Q (%) < 60 maka termasuk ke dalam bulan Kering. :)

      Hapus
  3. cara nyari bulan lembab gimana?

    BalasHapus
  4. Indonesia terdiri dari banyak lokasi/daerah jadi tiap-tiap daerah berbeda klasifikasinya.
    Kriteria Bulan dilihat berdasarkan data curah hujan di lokasi/daerah tersebut.

    BalasHapus
  5. kalau bulan lembab dihitung kering atau basah ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bulan lembab ya bulan lembab sesuai dengan kriteria Mohr.

      Hapus
    2. apa maksudnya kriteria mohr?
      jadi nanti di penghitungan dihitung dimana bulan lembab?
      apa dinyatakan sebagai 0 dan tidak dimasukkan ke bulan manapun?

      Hapus
    3. Mohr adalah seorang ahli klimatologi yang membuat klasifikasi iklim berdasarkan curah hujan bulanan. Dalam klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson, kriteria BB, BL & BK dari Mohr tetap dipertahankan, kecuali cara perhitungannya. Mohr menentukan klasifikasi berdasarkan nilai rata2 curah hujan bulanan selama periode pengamatan (misalnya 30 tahun), sedangkan S-F penentuan BB, BL dan BK ditentukan tahun demi tahun (setiap tahun)selama periode pengamatan (misalnya 30 tahun). Dalam penentuan klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson tersebut mengabaikan bulan lembab, dalam arti bulan lembab tidak dimasukkan ke dalam rumus perhitungan. Yang dipakai dalam perhitungan hanyalah bulan basah (BB) dan bulan kering (BK)

      ** ASG

      Hapus
  6. saya lagi cari ini soal dimana2 dia beda

    BalasHapus

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi.
Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.
Terimakasih atas kunjungan anda..